GURU BERPERAN GANDA
Guru sebagai pendidik mempunyai peran ganda, bisa menjadi fasilitator pembelajaran terhadap para siswanya sekaligus juga pendidik karakter siswa.
"Selama ini guru-guru hampir tidak pernah melibatkan siswa saat proses belajar di kelas. Guru melakukan proses pembelajaran secara satu arah, dimana guru menerangkan, sedangkan siswa duduk dan mendengar tanpa melakukan proses dialogis. Pola seperti ini sudah tidak sesuai lagi," ujarnya di kampus Unimed, Rabu (29/12).
Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Drs Syawal Gultom MPd menyatakan, sudah saatnya pola pembelajaran di sekolah harus direvolusi karena tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pendidikan saat ini.
Menurutnya, seorang guru itu harus mengajar secara profesional sekaligus berperan menjadi fasilitator pembelajaran terhadap para siswanya. Sebab guru telah salah mengaplikasikan perannya di kelas yang hanya cenderung menyampaikan pelajaran saja. Padahal, guru berperan dalam mendidik, membelajarkan, membimbing dan melatih. Membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.
Selain itu, membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa, sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban. Demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup.
"Peran guru telah berubah yang selama ini sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan dan mitra belajar siswa," jelasnya.
Demikian pula halnya dengan pendidikan karakter, hal ini menjadi peran penting seorang guru terhadap anak didiknya. Guru sebagai pendidik karakter kiranya tepat menggambarkan relasi antar individu dalam dunia pendidikan, sebab menjadi guru itu pada hakikatnya menempatkan diri sebagai teladan kehidupan bagi siswa.
Sebagai guru kehidupan, dia berfungsi bukan hanya membuat siswa menjadi pintar dan menguasai materi, namun membuat mereka tumbuh secara integral dan utuh sebagai manusia supaya mereka dapat semakin berkembang dalam perjumpaan dengan orang lain yang mengukuhkan individualitas dan keunikan dirinya.
Menurutnya, istilah mendidik dan mengajar itu perlu disatupadukan. Mengajar selalu memiliki unsur mendidik. Sedangkan mendidik selalu menyertakan unsur mengajar. Ketika guru menjadi pengajar memang senantiasa menyertakan evaluasi, sedangkan ketika guru menjadi pendidik tidak selalu ada evaluasi teknis atas hasil didikannya, karena hasil didikan adalah perubahan sikap dan siap bertahan bagi pengembangan kedewasaan anak didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar