SELAMAT DATANG DI BLOG MPK DAN OSIS SMP NEGERI 1 MALINGPING

Berakhlak mulia, cerdas, berprestasi, dan sehat
(Selamat datang di blog MPK dan OSIS SMP Negeri 1 Malingping)

Cari Blog Ini

Jumat, 31 Desember 2010

Sekolah


Sekolah

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau "murid") di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.
Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.
Terminologi
Kata sekolah berasal dari bahasa latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak ditengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran diatas.
Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya.Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.
Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.
Sarana Prasarana Sekolah

Ukuran dan jenis sekolah bervariasi tergantung dari sumber daya dan tujuan penyelenggara pendidikan. Sebuah sekolah mungkin sangat sederhana dimana sebuah lokasi tempat bertemu seorang pengajar dan beberapa peserta didik, atau mungkin, sebuah kompleks bangunan besar dengan ratusan ruang dengan puluhan ribu tenaga kependidikan dan peserta didiknya. Berikut ini adalah sarana prasarana yang sering ditemui pada institusi yang ada di Indonesia, berdasarkan kegunaannya:
Ruang Belajar
Ruang belajar adalah suatu ruangan tempat kegiatan belajar mengajar dilangsungkan. Ruang belajar terdiri dari beberapa jenis sesuai fungsinya yaitu:
  • Ruang kelas atau ruang Tatap Muka, ruang ini berfungsi sebagai ruangan tempat siswa menerima pelajaran melalui proses interaktif antara peserta didik dengan pendidik, ruang belajar terdiri dari berbagai ukuran, dan fungsi.
Ruang kantor adalah suatu tempat dimana tenaga kependidikan melakukan proses administrasi sekolah tersebut, pada institusi yang lebih besar ruang kantor merupakan sebuah gedung terpisah.
Sebagai satu institusi yang bergerak dalam bidang keilmuan, maka keberadaan perpustakaan sangat penting.Untuk meminjam buku, murid terlebih dahulu harus mempunyai kartu peminjaman agar dapat meminjam sebuah buku.
Halaman/Lapangan
Merupakan area umum yang mempunyai berbagai fungsi diantaranya:
  • tempat upacara
  • tempat olahraga
  • tempat kegiatan luar ruangan
  • tempat latihan
  • tempat bermain/beristirahat
Ruang lain
Sekolah menurut status
Menurut status sekolah terbagi dari:
Seragam sekolah
Kewajiban mengenakan seragam sekolah diterapkan berbeda-beda di beberapa negara. Beberapa negara mengharuskan seragam sementara beberapa lainnya bebas.

Kamis, 30 Desember 2010

GURU BERPERAN GANDA

 GURU BERPERAN GANDA

Guru sebagai pendidik mempunyai peran ganda, bisa menjadi fasilitator pembelajaran terhadap para siswanya sekaligus juga pendidik karakter siswa.

"Selama ini guru-guru hampir tidak pernah melibatkan siswa saat proses belajar di kelas. Guru melakukan proses pembelajaran secara satu arah, dimana guru menerangkan, sedangkan siswa duduk dan mendengar tanpa melakukan proses dialogis. Pola seperti ini sudah tidak sesuai lagi," ujarnya di kampus Unimed, Rabu (29/12).   

Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Drs Syawal Gultom MPd menyatakan, sudah saatnya pola pembelajaran di sekolah harus direvolusi karena tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pendidikan saat ini.

Menurutnya, seorang guru itu harus mengajar secara profesional sekaligus berperan menjadi fasilitator pembelajaran terhadap para siswanya. Sebab guru telah salah mengaplikasikan perannya di kelas yang hanya cenderung menyampaikan pelajaran saja. Padahal, guru berperan dalam mendidik, membelajarkan, membimbing dan melatih. Membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.

Selain itu, membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa, sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban. Demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup.

"Peran guru telah berubah yang selama ini sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan dan mitra belajar siswa," jelasnya.

Demikian pula halnya dengan pendidikan karakter, hal ini menjadi peran penting seorang guru terhadap anak didiknya. Guru sebagai pendidik karakter kiranya tepat menggambarkan relasi antar individu dalam dunia pendidikan, sebab menjadi guru itu pada hakikatnya menempatkan diri sebagai teladan kehidupan bagi siswa.

Sebagai guru kehidupan, dia berfungsi bukan hanya membuat siswa menjadi pintar dan menguasai materi, namun membuat mereka tumbuh secara integral dan utuh sebagai manusia supaya mereka dapat semakin berkembang dalam perjumpaan dengan orang lain yang mengukuhkan individualitas dan keunikan dirinya.

Menurutnya, istilah mendidik dan mengajar itu perlu disatupadukan. Mengajar selalu memiliki unsur mendidik. Sedangkan mendidik selalu menyertakan unsur mengajar. Ketika guru menjadi pengajar memang senantiasa menyertakan evaluasi, sedangkan ketika guru menjadi pendidik tidak selalu ada evaluasi teknis atas hasil didikannya, karena hasil didikan adalah perubahan sikap dan siap bertahan bagi pengembangan kedewasaan anak didik.